Konon, perempuan adalah makluk perasa. Sedikit-sedikit dirasa. Sedikit-dikit merasa. Jika bahagia, seolah tidak ada akhirnya. Kalau bersedih, pasti berlama-lama dengan rasa sakitnya. Benarkah demikian? Ah, tidak semua perempuan demikian adanya. Masih ada yang mengutamakan logikanya dalam memutuskan sesuatu, terutama hal-hal penting dalam hidupnya. Meski sekuat apa pun perempuan, ia pasti aka…