Seperti hujan, kadang kita memaknainya sebagai keberkahan, kadang menganggapnya sebagai kondisi yang merepotkan. Begitu pun bahagia, tergantung perspektif kita dalam melihatnya. Ada yang merasa bahagia tinggal di rumah yang sederhana, ada juga yang tersiksa karena hanya itu yang menjadi miliknya. Allah memberikan sesuatu pada kita sesuai dengan porsinya. Dia juga telah menentukan siapa sia…
Jika perubahan adalah satu-satunya yang pasti. Maka ketidak pastian akan dimiliki oleh waktu. Karena pada detak kesekian, aku mendapati diriku jatuh cinta pada seseorang yang tidak ingin secara egois aku miliki. Lalu kita, diselundupkan dalam kala, sebagai pengantar pesan utusan semesta.